Dikatakannya, sang rekanan tiba-tiba sudah berada di rumahnya untuk menyampaikan kalau dirinya adalah orang yang ditunjuk dinas untuk melakukan pemboran.
Menariknya, ia datang dengan membawa serta PKS dan RAB yang dititipkan oleh Dinas Pertanian.
“Ada pak Edward namanya. Dia ke sini bawa dengan berkas yang dititip dinas Pertanian untuk saya dan bilang saya bisa bor. Karena kami tidak sekolah, kami anggap dia titipan dinas sudah karena bawa dengan berkas PKS kelompok dengan dinas sehingga dia yang kerja sudah,” ungkapnya kala itu.
Menariknya, kondisi tersebut kian diperparah dengan fakta soal perlakuan istimewa buat kelompok yang menggunakan merk pompa Lorentz yang disebut tidak pernah memasukkan laporan hanya foto dokumentasi progress pengerjaan di lapangan.
Bahkan dalam perjalanan sejumlah nama pun disebut menjadi aktor dibalik kasus ini hingga membuat sang Kadis Pertanian Yohanis Frin Tuka tidak berkutik.
Terbukti, ucapannya sebagai Kadis bisa dibantah sepihak oleh PPK, Carolina Kii kala 5 kelompok yang diduga bermasalah memasukkan laporannya ke Dinas Pertanian belum lama ini.
“Kemarin ada surat masuk dari Inspektorat berkaitan dengan DAK dia (Karolina) bilang. Jadi kami (PPK) tunggu hasil pemeriksaan Inspektorat, baru bagaimana hasilnya kami tunggu,” kata Theodorus dalam menirukan penjelasan PPK, Karolina Loru Kii. ***
|
