NTTKreatif, WAIKABUBAK – Jumat kelam, itulah yang mungkin dirasakan oleh keluarga Barnabas Bora Gudhi, warga Desa Lingu Lango, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, NTT.
Bagaimana tidak, di hari itulah dirinya melihat pujaan hatinya, Emiliana Yohanes harus merenggang nyawa di sebuah kebun kosong tanpa busana.
Padahal sehari sebelumnya dirinya masih bersama perempuan asal Pulau Lembata itu sebelum Emiliana pergi ke kampung Molina untuk menagih utang.
Barnabas Bora Gudhi sendiri baru menyadari sang istri menghilang saat waktu menunjukkan pukul 19:00 WITA, dimana Emiliana tak kunjung kembali ke rumah.
Rasa gelisah pun menghantui, sampai dirinya harus berjalan kaki mencari Emiliana yang berusia 52 tahun itu.
Pencariannya pun terhenti di rumah anaknya yang sempat disinggahi Emiliana.
Namun Emiliana tak kunjung ia temui. Bahkan dari penuturan keluarga sekaligus Kepala Desa Lingu Lango, Ferdius Umbu Kenda kepada wartawan Sabtu, 25 Januari 2025 lalu sang kakak bersama keluarga lainnya masih berupaya mencarinya hingga dini hari sebelum akhirnya memilih beristirahat.
Keesokannya pencarian pun dilanjutkan. Hasilnya di jalan menuju TKP, sang suami menemukan gumpalan darah dan rantai mainan yang sering dipakai korban.
“Sehingga mereka kemudian masuk ke kebun yang tidak digarap dan menemukan pakaian korban dan korban di tempat terpisah,” ungkapnya.
Ditemukan Adanya Luka Tapi Bukan Pemerkosaan
Saat ditemukan kata Ferdius, di tubuh Emiliana memang ditemukan sejumlah luka. Namun dirinya enggan menerangkan detail luka tersebut.
Dirinya memilih menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib untuk mendalaminya termasuk dugaan Emiliana dibunuh atau diperkosa kendati banyak spekulasi menyebut Emiliana Yohanes diperkosa dan dibunuh.
Namun spekulasi tersebut dibantah pihak kepolisian setempat usai mendapatkan laporan hasil visum yang menerangkan kalau tidak terdapat tanda-tanda kekerasan seksual yang dialami korban berdasarkan hasil visum yang dikeluarkan RSUD Waikabubak, Sumba Barat.
|
