NTTKreatif, LARANTUKA – Kondisi Ekonomi di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin mengkhawatirkan. Hal ini tercermin dari melemahnya daya beli masyarakat yang dirasakan oleh para pedagang di Pasar Inpres Larantuka.
Sejak pagi, para pedagang di pasar tersebut telah membuka lapak jualan mereka dengan harapan besar. Namun, banyak yang harus pulang dengan tangan hampa dan hati berat karena target penjualan jauh dari harapan. Bahkan, tak jarang dagangan mereka seharian penuh tak tersentuh pembeli.
Siti Hamidah, salah satu penjual rempah-rempah di Pasar Inpres Larantuka, mengungkapkan, penurunan daya beli sudah dirasakan sejak awal tahun 2024. Dalam situasi yang serba sulit ini, ia hanya bisa pasrah.
“Dulu, setiap hari saya bisa menjual cabe atau bawang hingga 50 kilogram, tapi sekarang paling banyak hanya 6 kilogram. Banyak warga yang datang hanya bertanya harga, lalu pergi tanpa membeli apa-apa,” ungkap Siti dengan nada lesu, Rabu (21/08/2024).
Keluhan serupa juga diutarakan Habsa Amrullah, pedagang sembako yang mulai khawatir dengan stok barang yang terus menumpuk dan berpotensi rusak akibat rendahnya permintaan.
|



Tinggalkan Balasan