NTTKreatif.com, Tambolaka– Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Minggu lalu meninggalkan dampak kerusakan yang cukup signifikan di wilayah pesisir Kodi.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan bahwa terdapat tiga wilayah di Kodi yang mengalami dampak kerusakan bangunan paling parah akibat guncangan tersebut.
Kondisi terkini mengenai pemetaan dampak bencana disampaikan langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Tallu, dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Bupati SBD, pada Rabu 7/10/2026 siang.
Konferensi pers ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wakil Bupati SBD Dominikus A. R. Kaka, Sekda SBD Etmondus N. Nau, Asisten I Christofel Horo, Staf Ahli Bupati Oktavianus Dapadeda, serta Kepala Pelaksana BPBD SBD Stefanus Malo.
Berdasarkan hasil pendataan awal tim siaga bencana di lapangan, guncangan gempa paling terasa dampaknya di pemukiman warga yang berada dekat dengan garis pantai.
Tiga lokasi pesisir yang mencatatkan tingkat kerusakan tertinggi adalah wilayah Pero Konda, Waikadada, dan Waikaninyo. Kerusakan didominasi oleh bangunan tempat tinggal warga yang mengalami retak struktur pada dinding, kerusakan atap, hingga sebagian dinding yang roboh.
”Kondisi terparah ada di wilayah Kodi, khususnya kawasan pesisir pantai. Lokasinya tersebar di Pero Konda, Waikadada, dan Waikaninyo,” tutur Bupati Ratu
Sebagai langkah respons cepat pascabencana, Pemkab SBD bersama Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan verifikasi data kerusakan fasilitas umum dan rumah penduduk.
Langkah penanganan darurat difokuskan untuk memastikan keselamatan warga serta memetakan kebutuhan bantuan logistik di titik-titik terdampak.
Selain pemetaan fisik di lapangan, Pemkab SBD juga mengambil langkah strategis dengan menjadwalkan rapat koordinasi khusus bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pertemuan ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran terkait penanganan gempa kedepannya.
“Rencana besok kami akan rapat dengan BMKG, untuk kami mendengar seperti apa proyeksi kedepan terkait dengan kondisi gempa yang ada, sehingga kita bisa melakukan upaya-upaya penanganan, “lanjut Bupati SBD.
Menanggapi kepanikan yang sempat terjadi di tengah masyarakat pascaguncangan, Pemkab SBD mengimbau seluruh warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar maupun berita bohong (hoaks) yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan BPBD SBD.
Bupati Ratu Wulla Tallu menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi gempa susulan. Sikap tenang tanpa panik sangat menentukan keberhasilan proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman apabila guncangan kembali terjadi sewaktu-waktu.
“Himbauan kepada masyarakat terus kami lakukan agar masyarakat terus berwaspada dan hati-hati jika terjadi gempa susulan, sehingga mereka tidak panik dan bisa mengevakuasi diri dengan baik,” tuturnya lagi.
Saat ini, BPBD SBD bersama instansi terkait terus bersiagakan Posko Penanganan Bencana di tingkat kabupaten dan kecamatan guna menyalurkan bantuan awal, mendata kebutuhan tenda darurat, serta memastikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak.***

