NTTKreatif.com, Tambolaka – Bupati SBD, Ratu Wulla Talu mengingatkan kalau kesejahteraan Sumba Barat Daya akan tercapai jika ada ketahanan yang kesemuanya harus bermula dari keluarga.

Oleh karenanya dirinya meminta para suami istri untuk bisa memperkuat keluarganya masing-masing termasuk berpikir akan masa depan anaknya.

Demikian penegasan yang disampaikan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Lintas Sektor dan Pencatatan Perkawinan Massal, Kamis, 1 Oktober 2026 tadi di aula Kantor Bupati SBD.

Hadir dalam momen tersebut, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Lapas Kelas 2 Waikabubak, Kakan Kementerian Agama, Perwakilan Lembaga Agama, Kadis Dispendukcapil, Isto Taru Bani, Kadis Kesehatan SBD, drg Yulianus Kaleka dan 154 pasangan nikah ikut dalam pencatatan perkawinan masssal.

“Saya mau hadir di sini karena memang saya ingin memberikan pesan kepada seluruh rumah tangga. Saya punya harapan untuk mewujudkan Sumba Barat Daya sejahtera, daerah yang berketahanan di berbagai bidang. Untuk membangun sebuah negara atau daerah harus dimulai dari unit terkecil yakni keluarga. Keluarga itu miniatur bangsa dan daerah. Sehingga kalau mau sejahtera maka harus dimulai dari keluarga atau rumah-rumah tangga,” katanya.

Untuk itu, kata Bupati Ratu Wulla Talu sudah saat keluarga memfokuskan dirinya pada kesejahteraan keluarganya masing-masing.

“Bapa ibu punya peran penting dalam mendukung kesejahteraan Sumba Barat Daya. Suami memastikan Istrinya bahagia. Bahagia itu bukan soal berkelimpahan saja tapi juga soal makan minum yang cukup. Istri juga merasa senang bahagia dan memastikan suaminya bahagia. Saya bicara ini bukan karena saya tidak menjalani itu. Saya sudah jalani itu walaupun di tengah kesibukkan saya sebagai Bupati dimana saya memastikan suami saya bahagia dan anak-anak saya juga demikian,” terangnya mengingatkan.

Pantauan nttkreatif.com, selain mengingatkan para keluarga soal kesejahteraan, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu juga berbicara soal kehadiran ‘SANG RATU’ (Sistem Layanan Terintegrasi untuk Kepastian Hukum) yang digagas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Dispendukcapil SBD.

Secara terbuka ia memberikan apresiasi kepada Dispendukcapil atas kehadiran inovasi tersebut. Baginya, kehadiran SANG RATU bisa memangkas birokrasi yang selama ini berbelit-belit, sekaligus menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, transparan, dan real-time.

Ia juga meminta inovasi semacam ini bisa ditiru oleh dinas atau OPD lain di Lingkup Pemkab SBD karena ia percaya para ASN di SBD masih memiliki potensi yang tersembunyi ataupun yang belum digarap secara maksimal.

“Ini yang harus kita dorong bagaimana kita bisa menciptakan inovasi-inovasi untuk kita bisa melakukan percepatan pembangunan. Istilah saya itu gercep. Kalau kita bisa buat gercep, kenapa harus dibuat sulit. Kalau bisa buat terobosan kenapa harus ditahan-tahan,” katanya.

Dirinya mengatakan melalui sistem terintegrasi ini, berbagai dokumen kependudukan penting seperti akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, KTP-el, hingga Kartu Keluarga (KK) kini dapat diterbitkan dengan jauh lebih efisien.

Lebih lanjut Bupati SBD pun kemudian menyentil soal momen pencatatan perkawinan massal yang disebutnya sebagai bukti kehadiran negara untuk melindungi dan memberikan kepastian hukum bagi setiap warga.

Selain itu, pencatatan perkawinan ini juga kata Bupati Ratu lagi merupakan momen sakral yang meneguhkan ikatan cinta dan komitmen dihadapan negara serta Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan pencatatan resmi ini, status perkawinan Bapak dan Ibu kini dilindungi oleh hukum, sehingga hak-hak perdata keluarga, termasuk hak anak-anak, dapat terjamin dengan baik,” ujar Bupati Ratu.***