NTTKreatif.com,TAMBOLAKA– Universitas Stella Maris (Unmaris) Sumba resmi melepas 327 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-II di Aula GKS Tambolaka, pada Senin 25 Mei 2026.

Para wisudawan/i tersebut didominasi oleh 305 lulusan dari Program Studi Teknik Informatika (Strata I) dan 22 lulusan dari Program Studi Manajemen Informatika (Diploma III).

Acara sakral ini dipimpin langsung oleh Rektor Unmaris Sumba, Prof. Alo Liliweri, serta dihadiri oleh Wakil Bupati SBD Dominikus A. Rangga Kaka dan sejumlah pejabat daerah.

Dalam arahannya, Prof. Alo Liliweri memuji kualitas akademik para lulusan yang dinilainya memiliki rata-rata nilai akhir yang sangat memuaskan.

Rektor optimistis bahwa modal akademis yang kuat tersebut akan mempermudah para alumni Unmaris Sumba untuk segera terserap di dunia kerja.

Ia juga berpesan agar para sarjana baru ini tetap rendah hati dan terus mengasah diri karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan sangat cepat.

“Nilai akhir mahasiswa rata-rata bagus, saya yakin Anda tidak susah dapat kerja. Namun, jangan bosan belajar, karena besok ilmu baru akan selalu lahir,” tegas Prof. Alo.

Sementara itu, perwakilan Yayasan St. Yosef Freinademetz, Hendrikus Suyono Peuuma, menegaskan komitmennya untuk mengawal masa depan para alumni dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

Pihak yayasan siap memberikan pendampingan intensif bagi lulusan untuk mengikuti seleksi CPNS, BUMN, hingga pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi digital.

“Kami berkomitmen mendampingi lulusan untuk ikut seleksi CPNS, BUMN, hingga memberikan pelatihan kewirausahaan dengan modal kemampuan teknologi yang mereka miliki,” ujar Hendrikus.

Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Bupati SBD, Dominikus A. Rangga Kaka, yang menyebut momentum wisuda ini sebagai capaian luar biasa bagi peningkatan SDM di daratan Sumba.

Dominikus mengingatkan para wisudawan bahwa toga yang mereka kenakan merupakan buah dari tetesan air mata, doa, dan kerja keras orang tua di kebun yang harus disyukuri.

“Di balik toga hari ini, ada perjuangan panjang, lelah, air mata, dan doa orang tua. Ada yang harus bekerja keras di kebun dan menahan kebutuhan pribadi agar anaknya bisa kuliah. Wisuda ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tapi kemenangan keluarga,” ungkap Dominikus.

Kebahagiaan tersebut disempurnakan oleh ungkapan rasa syukur dari perwakilan wisudawan, Guntur Samuel Dappa Sapu, atas keberhasilannya menyelesaikan studi.

“Kepada almamater tercinta, orang tua, dosen, dan semua pihak yang berkontribusi dalam perjuangan ini, secara pribadi saya haturkan limpah terima kasih,” pungkas Guntur yang juga menjabat sebagai Ketua DPC GMNI SBD tersebut.***