Barang antik yang sudah menjadi warisan leluhur harus ikut terbakar dalam rumah adat tersebut.

Agustinus Ngongo Umbu Kaleka, menyebut dua buah piring asli, tiga lempeng gong asli, tiga batang tombak dan 2 buah pedang warisan leluhur yang ikut terbakar.

">

Menurutnya, kobakaran api yang sangat hebat tidak mampu dibendung hingga barang antik tersebut tidak bisa selamatkan.

“2 buah Piring Marapu, 3 lempeng Gong asli, 3 batang tombak asli (Nembu dalam bahasa adat sumba), dan 2 batang parang asli (Teko). Ini semua warisan leluhur.

Kobaran api yang sangat cepat memang tidak bisa kami lawan, sehingga tidak bisa diselamatakan barang-barang didalam rumah,” ungkapnya.

Padahal ungkapnya, rumah adat (Umma Marega) ini baru saja selesai di kerjakan tahun 2020 lalu.

Sebutnya tidak sedikit anggaran yang dihabiskan saat rumah adat ini dibangun.

“Rumah adat (Umma Marega) ini baru saja dibangun pada tahun 2020 lalu, hampir 500 juta rupiah anggaran yang dihabiskan saat pembangunan rumah adat ini dibangun,” Ungkapnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625