NTTKreatif, TAMBOLAKA – Duka mendalam datangnya dari Desa Tena Teke, kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, (SBD) NTT.

Nasib naas ini dialami warga kampung situs adat Manola pada kami 31 Oktober 2024 kemarin.

">

Sebanyak 26 kampung situs Adat Manola yang berdiri kokoh ini, kini tidak lagi megah seperti dulu, 19 buah rumah adat warisan leluhur ini pun telah hangus terbakar.

Hanya tersisa 7 buah rumat adat yang mampu diselamatkan oleh warga sekitar dari kobaran api yang melanda kampung ini.

Disaksikan NTTKreatif.com, imbas kebakaran hebat pada kampung itu, bongkahan batu kubur leluhur pun ikut pecah dan sebagiannya retak.

Batu kubur yang sudah tersusun rapi di kampung adat Manola ini sangat dekat dengan tempat berdiri kokohnya rumah adat ini.

Nasib naas lainnya dialami Suku Marega (Umma Marega) yang berada ditengah kampung adat Manola ini.

Barang antik yang sudah menjadi warisan leluhur harus ikut terbakar dalam rumah adat tersebut.

Agustinus Ngongo Umbu Kaleka, menyebut dua buah piring asli, tiga lempeng gong asli, tiga batang tombak dan 2 buah pedang warisan leluhur yang ikut terbakar.

Menurutnya, kobakaran api yang sangat hebat tidak mampu dibendung hingga barang antik tersebut tidak bisa selamatkan.

“2 buah Piring Marapu, 3 lempeng Gong asli, 3 batang tombak asli (Nembu dalam bahasa adat sumba), dan 2 batang parang asli (Teko). Ini semua warisan leluhur.

Kobaran api yang sangat cepat memang tidak bisa kami lawan, sehingga tidak bisa diselamatakan barang-barang didalam rumah,” ungkapnya.

Padahal ungkapnya, rumah adat (Umma Marega) ini baru saja selesai di kerjakan tahun 2020 lalu.

Sebutnya tidak sedikit anggaran yang dihabiskan saat rumah adat ini dibangun.

“Rumah adat (Umma Marega) ini baru saja dibangun pada tahun 2020 lalu, hampir 500 juta rupiah anggaran yang dihabiskan saat pembangunan rumah adat ini dibangun,” Ungkapnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625