Bagi warga binaan yang dinilai berkelakuan baik dan memiliki skil khusus, akan diangkat menjadi tahanan pendamping atau tamping.

“Ada tamping kebersihan ada juga tamping kesehatan yang warga binaan memang punya latar belakang pendidikannya S1 keperawatan. Meraka akan membantu melayani warga binaan yang sakit,” pungkas Wachid.

">

Selain mendapatkan pelatihan kerajinan tangan, warga binaan juga mempunyai kelompok tarian tradisional. Kelompok tarian tradisional ini biasanya tampil saat Rutan Maumere dikunjungi pejabat dari daerah maupun nasional. Sedangkan untuk pendampingan rohani, Rutan Maumere biasanya dilakukan kantor agama Sikka dan rohaniawan dari Ledalero.

“Semua warga binaan diperlakukan sama, tidak boleh diskriminasi. Mereka diberi hak yang sama,” katanya.

Salah satu warga binaan, Rolli mengaku senang dengan proses pembinaan di Rutan Maumere. Para petugas menurutnya, memperlakukan mereka sangat humanis.

“Kami seperti berada di rumah sendiri. Disini kami diberi tempat yang nyaman. Pak kepala Rutan sangat dekat dengan kami. Saat ada masalah, beliau jadi teman curhat,” bebernya.

Sebagai warga binaan yang berkompetisi di bidang kesehatan, ia pun kini diangkat menjadi tamping kesehatan.

“Saya biasa membantu kerja dokter di klinik pratama saat warga binaan melakukan cek kesehatan berkala,” tutup Rolli.***