Selain cara konvensional, Pemkab SBD juga memanfaatkan teknologi digital. Aplikasi dan sarana membaca berbasis digital disediakan agar anak-anak muda semakin tertarik untuk membaca.
Namun, Bupati Ratu Wulla mengingatkan bahwa urusan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Butuh peran aktif dari semua pihak.
Orang tua, guru, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha harus saling mendukung. Kerja sama ini penting agar setiap anak di Sumba Barat Daya mendapat kesempatan belajar yang layak demi SBD berkarakter menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Di luar arena akademik, Pemkab SBD juga serius membina bakat olahraga generasi muda. Pembinaan atlet dan penguatan organisasi olahraga terus dilakukan agar anak muda SBD mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Hasil manis langsung terlihat di cabang olahraga sepak bola. Tim sepak bola SBD sukses mencatatkan sejarah dengan meraih Juara 4 dalam ajang bergengsi El Tari Memorial Cup dan lolos ke liga 4 tingkat nasional.
Prestasi berlanjut pada gelaran Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 tahun 2026 di Maumere. Tim muda SBD berhasil masuk babak 8 besar setelah menyisihkan 27 tim dari kabupaten/kota lain.
Daya juang luar biasa juga ditunjukkan oleh tim sepak bola putri SBD. Tim srikandi ini berhasil keluar sebagai runner-up (juara dua) dalam kejuaraan Piala Ketua TP PKK/Pertiwi.
Sementara itu, Kontingen atletik Kabupaten Sumba Barat Daya mengukir prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara Umum dalam turnamen Piala Kota Kupang.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil fantastis dengan raihan dominan 25 medali emas, 8 perak, dan 2 perunggu.
Pencapaian luar biasa 15 atlet muda ini menjadi bukti nyata kebangkitan potensi olahraga di tanah Sumba Barat Daya.
Bupati Ratu Wulla menutup amanatnya dengan mengajak seluruh warga menjadikan deretan prestasi ini sebagai pemicu semangat.
Menurutnya, keberhasilan di bidang pendidikan dan olahraga adalah bukti bahwa anak-anak SBD mampu membawa daerahnya ke arah yang lebih maju.***




