NTTKreatif.com, JAKARTA — Peta politik nasional makin mempertegas garis batasnya usai PDI Perjuangan secara resmi menolak bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan strategis PDI-P tersebut langsung direspons secara terbuka oleh Partai Gerindra.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyatakan pihaknya menghormati penuh langkah politik yang diambil Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Gerindra menilai keputusan PDI-P untuk bertahan di luar pemerintahan merupakan langkah penting bagi kesehatan demokrasi di Tanah Air.
Menurut Bahtra, hadirnya kekuatan politik di luar eksekutif sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi kontrol dan kritik yang konstruktif.
“Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi checks and balances sangat penting agar pemerintah tetap berada di jalur yang benar,” tegas Bahtra
Gerindra menegaskan bahwa perbedaan posisi politik tidak boleh merusak fondasi persatuan nasional.
Bahtra menyebut Presiden Prabowo senantiasa menekankan pentingnya semangat gotong royong, sekalipun berada di garis politik yang berseberangan.
Ia memperingatkan agar dinamika politik tidak sampai mengorbankan komunikasi antar pemimpin bangsa.
Sikap saling menghormati, lanjut Bahtra, harus tetap menjadi landasan utama dalam mengawal dinamika politik nasional.
Gerindra juga mengingatkan publik atas rekam rekam jejak hubungan sejarah yang kuat antara Prabowo dan Megawati.



