NTTKreatif, SIKKA – Malam hari seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga, namun tidak bagi masyarakat Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Alih-alih bisa menikmati listrik dengan tenang, mereka justru dibuat was was dan geram akibat voltase listrik PLN yang tak stabil dan kerap menyiksa.
“Sudah berbulan-bulan begini. Setiap malam, listrik seperti main-main. Kadang redup, kadang nyala terang tiba-tiba. Banyak barang elektronik kami rusak!” keluh Yohanis, salah satu warga setempat, dengan nada penuh emosi. Senin (07/04/2025)
Kondisi ini tak hanya sekali dua kali terjadi. Hampir setiap malam, tegangan listrik dari PLN seperti tidak punya aturan. Lemari es, televisi, mesin air, hingga charger handphone tak luput jadi korban. Tak sedikit warga mengaku harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk memperbaiki atau membeli baru peralatan rumah tangga mereka.
Yang lebih menyakitkan, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak PLN untuk memperbaiki persoalan ini. Warga mengaku sudah berkali-kali melapor, namun yang didapat hanya janji-janji manis yang tak pernah ditepati.
“Pelayanan seperti zaman batu, hampir tiap malam voltase tidak stabil, lampu, lemari es jebol semua gara-gara spaning. Ini bukan lagi keluhan, ini teriakan keadilan!” tegas Yakobus, tokoh pemuda Lewomada.
Warga pun mulai gerah dan mempertimbangkan aksi protes jika PLN terus bungkam dan abai terhadap penderitaan mereka. Mereka menuntut transparansi, perbaikan jaringan, dan kompensasi atas kerugian yang sudah mereka alami.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UP3 Flores bagian Timur – Maumere belum memberikan tanggapan resmi.*(Ell).
|
