NTTKreatif.com, Larantuka – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Flores Timur, Yakobus Mikael Krizik Basa Lewar, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dalam pengelolaan keuangan daerah.
Anggota DPRD dari Partai Perindo tersebut menilai tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang terus membengkak dari tahun ke tahun menjadi indikator lemahnya perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
Berdasarkan laporan pengelolaan keuangan daerah, Yakobus menyebut posisi SiLPA per 9 Desember telah mencapai sekitar Rp256 miliar. Meski tahun anggaran belum berakhir, ia memastikan angka tersebut tidak akan turun secara signifikan dan tetap berada di kisaran Rp200 miliar hingga penutupan tahun anggaran.
“Walaupun waktu masih berjalan sampai akhir Desember, kita bisa memastikan SiLPA Flores Timur di akhir tahun tetap berada di angka sekitar Rp200 miliar,” ujar Yakobus kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa SiLPA merupakan sisa dana kas pemerintah daerah pada akhir tahun anggaran yang berasal dari selisih lebih antara realisasi pendapatan dan belanja daerah, termasuk penerimaan pembiayaan yang dapat digunakan untuk menutup defisit.
Dalam konteks tersebut, lanjut Yakobus, tingginya SiLPA justru mencerminkan buruknya kualitas perencanaan serta rendahnya tingkat serapan anggaran.
Menurutnya, pemerintah daerah terkesan memaksakan banyak program dalam dokumen perencanaan, namun gagal merealisasikannya pada tahap pelaksanaan.
|
