NTTKreatif, LARANTUKA – Aktivitas Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, NTT sejak erupsi hebat Minggu 3 November 2024 hingga hari ini belum kunjung menurun.
Hampir setiap harinya, Gunung yang terletak di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura tersebut mengalami erupsi dengan bunyi gemuruh yang terdengar jelas dengan intensitas sedang hingga besar tersebut.
Kondisi tersebut membuat pihak KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki pun merekomendasikan warga untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Lewotobi sejauh 8 KM.
Bahkan pemerintah sudah memutuskan akan melakukan upaya relokasi bagi warga yang sebelumnya tinggal di bawah kaki Gunung Lewotobi.
Ada pun warga yang bakal direlokasi adalah warga dari enam desa diantaranya Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawokote di Kecamatan Wulanggitang dan Desa Nobo dan Dulipali di Kecamatan Ile Bura dengan total 2.771 KK.
Dalam upaya relokasi tersebut pemerintah sendiri menyiapkan dua opsi, opsi pertama adalah relokasi terpusat dengan lahan dan rumah disiapkan pemerintah dan opsi kedua relokasi secara mandiri dimana warga dibangunkan rumahnya oleh pemerintah di lahan yang sudah ditentukan oleh warga sendiri.
Menariknya, dari dua opsi yang diberikan sejumlah warga dominan memilih opsi pertama.
Seperti yang disampaikan warga Podor, Desa Boru, Thomas Toa.
Kepada NTTKreatif.com, Thomas mengatakan dengan kondisi erupsi yang terus menerus seperti itu tentu dirinya bersama keluarga tidak punya pilihan lain selain mengikuti arahan untuk relokasi.
“Kita berpikir ke depan bukan hari ini saja. Relokasi itu pilihan terbaik saat ini apalagi aktivitas gunung seperti ini terus berlangsung dan tidak tahu sampai kapan,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan dengan dua opsi yang diberi, dirinya bersama keluarga lebih memilih opsi pertama yakni opsi relokasi terpusat.
“Kami ikut yang pertama saja. Kami ikut pemerintah. Soal lahan mau dimana terserah intinya kami mau lepas dari trauma yang kami alami,” tegasnya.
Hal senada pun disampaikan warga lainnya Margaret yang kini mengungsi di Posko Lapangan Lewoingu.
“Saya pilih opsi pertama kalau direlokasi. Itu pilihan terbaik. Kami serahkan kami punya hidup ke pemerintah saja daripada berpikir cari lahan sendiri,” pungkasnya.
Saat ini pemerintah melalui BNPB terus melakukan pendataan kepada para warga yang akan direlokasi. ***
|

Tinggalkan Balasan