NTTKreatif, LARANTUKA – Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dua skema relokasi bagi para penyintas akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Hal tersebut terungkap belum lama ini saat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan Pemerintah Daerah Flores Timur melaksanakan sosialisasi rencana relokasi kepada korban terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-laki pada Minggu kemarin.
Kegiatan sosialisasi itu sendiri dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah.
Dalam sosialisasi, Jarwansyah yang berkeliling ke pos pengungsian berkesempatan untuk menemui para Kepala Desa memberikan penjelasan terkait dengan rencana relokasi warga terdampak serta menjaring masukan dari para pemimpin desa terkait pemindahan tempat tinggal serta rekomendasi lokasi permukiman yang baru.
Dirinya menyebut berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), zona aman Gunungapi Lewotobi Laki-laki berada enam kilometer dari puncak.
Dengan kondisi tersebut maka terdapat enam desa yang direkomendasikan untuk direlokasi antara lain Desa Klatanlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Nawakote di wilayah Kecamatan Wulanggitang, Desa Nobo dan Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura.
Mengingat ke enam desa itu memiliki jarak dari kawah Lewotobi Laki-laki antara 4-5 kilometer.
Pada kesempatan tersebut, Jarwansyah menjelaskan kepada warga tentang skema relokasi yang dapat dipilih.
Menurutnya ada dua opsi yang disiapkan pemerintah untuk relokasi.
Opsi pertama adalah relokasi terpusat dimana lahan dan rumah disiapkan oleh pemerintah.
Sedangkan opsi kedua adalah relokasi mandiri dimana warga dibangunkan rumah oleh pemerintah di lahan miliknya.
“Adapun tipe rumah yang akan dibangun merupakan rumah tahan gempa RISHA tipe 36 dengan luas lahan per rumah 90 meter persegi,” ungkapnya.
Sementara untuk rumah rusak terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Pemerintah sebutnya telah mempersiapkan skema dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak antara lain sebesar 60 juta rupiah untuk rumah rusak berat, 30 juta rupiah untuk rumah rusak sedang, dan 15 juta rupiah untuk rusak ringan.
Jarwansyah menekankan bahwa dana stimulan ini hanya diperuntukkan untuk pembangunan rumah dengan prosedur yang bertahap.
“Uang itu hanya boleh untuk membangun rumah, tidak boleh untuk beli motor, mobil, atau yang lainnya”, tegasnya kala itu.
Sosialisasi relokasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming saat meninjau pos pengungsian warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-laki pada Kamis (14/11) lalu di Pos Lapangan Kobasoma, Kecamatan Titehena, Flores Timur. ***
|

Tinggalkan Balasan