NTTKreatif.com, Jakarta – Demo besar-besaran yang terjadi akhir-akhir ini memberikan dampak luas buat anggota DPR RI.
Bagaimana tidak, aksi demo yang meluas dan berujung anarkis hingga menewaskan sejumlah orang itu disinyalir diakibatkan oleh kenaikan gaji dan tunjangan yang mereka dapatkan belum lama ini.
Bukannya tenang, sejumlah anggota DPR RI malah nyinyir dan menunjukkan sikap sebaliknya.
Seperti yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.
Dirinya sempat membuat warganet geram setelah memosting videonya sedang asyik berjoget diiringi dengan musik horeg.
Kecaman demi kecaman pun ia dapatkan di media sosial akibat aksinya itu bahkan dirinya sampai menonaktifkan komentar di laman media sosial resminya.
Tidak menunggu lama, dirinya pun langsung minta maaf kepada masyarakat Indonesia.
Permohonan maaf itu ia sampaikan setelah sebelumnya massa diketahui sudah menyeruduk kediamanan Anggota Komisi II, Ahmad Sahroni.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan, atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” kata Eko Patrio lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Tampak bersama dirinya, rekan seprofesi sekaligus fraksinya, Sigit Purnomo alias Pasha Ungu.***
Catatan Redaksi:
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
|
