NTTKreatif, JAKARTA – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono akhirnya ikhlas menerima kekalahan keduanya di Pilkada Jakarta.
Hal tersebut tentu mengejutkan mengingat sebelumnya keduanya sudah mendaftarkan gugatannya ke MK beberapa waktu lalu.
Namun, berdasarkan masukan dari banyak pihak, mulai dari para tokoh, para ahli, para pimpinan partai KIM Plus, Ridwan Kamil dan Suswono memilih untuk tidak melanjutkan gugatan ke MK dan lebih memilih mengakui kekalahan di Pilkada Jakarta.
“Memutuskan untuk menerima hasil pilkada Jakarta yang telah ditetapkan oleh KPUD,” ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers, di Kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2024 tadi.
Dalam Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono harus mengakui keunggulan pasangan calon Pramono Anung dan Rano Karno yang meraup suara 50,07 persen.
Diungkapkan Ridwan Kamil, langkah tersebut mereka lakukan untuk menjaga situasi kondusif di Jakarta sehingga ke depannya masyarakat bisa melanjutkan kehidupannya tanpa ada dendam politik.
Saat ditanya apakah ia akan melanjutkan kariernya kembali sebagai menteri dan dan jabatan lainnya, Ridwan Kamil mengaku kalau dirinya masuk politik bukan untuk mencari pekerjaan tapi semata-mata untuk pengabdian.
“Itu adalah pintu yang saya ambil untuk melakukan pengabdian. Sebelum masuk politik saya orangnya sibuk. Setelah tidak ada sekarang mungkin sifatnya pintu itu tentu akan tetap akan jadi sosok yang sibuk memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat,” ujarnya sebagaimana dilansir dari video yang diunggah kanal Youtube, Kompas TV.***
|
