NTTKreatif, ROTE – Kematian Pratu AT yang meninggal bunuh diri beberapa waktu lalu menyisahkan duka mendalam buat keluarganya.

Apalagi di tengah maraknya informasi yang menyebut kalau Pratu AT memilih mengakhiri hidupnya gara-gara belis Rp250 juta yang diminta oleh ayah sang kekasih Manja Mooy.

">

Sontak kabar tersebut pun menjadi booming di jagat media sosial bukan saja di NTT tapi juga seindonesia.

Banyak netizen yang kemudian menyalahkan keluarga Manja Mooy bahkan Manja Mooy sendiri.

Dirinya jadi bulan-bulanan netizen dengan sejumlah umpatan dan hinaan. Padahal, saat ini kondisinya tengah mengandung anak Pratu AT.

Tidak mau kondisi sang adik menjadi drop, salah satu akun media sosial, Yoas Mooy yang menyebut dirinya adalah kakak kandung Manja Mooy pun memberikan klarifikasi.

Menurut Yoas informasi soal belis yang dipatok sang ayah berjumlah Rp250 juta adalah informasi yang tidak benar.

Pasalnya, keluarga kedua belah pihak sebutnya tidak pernah berbicara soal belis tersebut.

“Kami keluarga besar dari kedua belah pihak dari Rote maupun Tuasene belum pernah duduk untuk bicarakan tentang adat dan belis,” katanya.

Dirinya melanjutkan kalau saat ini adiknya sedang maka pihaknya meminta keduanya menyiapkan berkas untuk pernikahan dinas.

“Karena adik saya, Manja sudah hamil makanya kami minta supaya mereka berdua persiapkan berkas untuk mengurus pernikahan dinas,” ungkapnya lagi.

Dirinya pun meminta para netizen untuk berhenti membully saudarinya tersebut.

Sebelumnya, jasad Pratu AT ditemukan Minggu tanggal 12 Januari 2024 pukul 06.20 Wita bertempat di Pertigaan Bandara D.C Saudale Lingkungan Pedanggadi Kelurahan Mokdale Kec. Lobalain Kab. Rote Ndao dalam keadaan tergantung di pohon asam.

Dirinya diduga bunuh diri akibat depresi usai diminta calon mertuanya menyiapkan belis sebesar Rp250 juta untuk menikah sang kekasih.

Pratu AT sendiri adalah Babinsa Kel. Olafulihaa 1627-02/Pantai Baru yang bertugas di Kodim 1627/Rote Ndao.

Dari informasi yang dihimpun nttkreatif.com, Pratu AT sebelum mengakhiri hidupnya masih sempat bercerita tentang masalah asmaranya dengan sang kekasih kepada rekannya.

Dalam pembicaraan tersebut, Pratu AT diminta untuk menikahi pacarnya berinisial MM dimana calon mertuanya meminta belis sejumlah 250 juta sementara Pratu Andi Tambaru hanya memiliki uang sejumlah 40 Jutaan rupiah di rekeningnya.

Keesokan harinya tepatnya di hari Minggu Tanggal 12 Januari sekitar pukul 04.20 Pratu AT sempat mampir ke kos rekannya yang lain di Nahaduoen Desa Lekunik Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote untuk meminta rokok yang berlokasi sekitar 500 meter dari tempat kejadian.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625