Dikala kasus dugaan ini mencuat, akhirnya petrus dengan cepat melakukan rapat kilat dalam internal SMA N 1 Wesel.
Usai adakan rapat dadakan sebutnya, dirinya sebagai pimpinan arahkan bawahannya sebagai pengurus beasiswa, untuk mengembalikan uang milik Siswa/i hingga Alumni.
“Jadi setelah rapat waktu itu saya arahkan mereka untuk kembalikan, kan anak-anak ada semua waktu itu, jadi dari 40 siswa itu, setelah saya tanya mereka sudah kembalikan semua,” ungkapnya.
Sementara itu sebutnya, soal pengembalian hak milik Siswa/i dan Alumni merupakan pembinaan bagi bawahannya.
Hingga kini kata Petrus, Guru hanya membantu membereskan berkas siswa penerima PIP. Namun proses pencairan akan dilakukan oleh siswa sendiri.
“Soal pengembalian kembali uang siswa itu, itu pembinaan suda untuk guru-guru, entah benar atau tidak diberita itu, tetapi tidak boleh saya bilang, itu salah. Waktu itukan baru 40 orang, jadi kedepan yang sisanya ini bapak ibu guru hanya percayakan anak-anak untuk pencairan di Bank, dan seterusnya,” ungkapnya.
Sebut Ada Alumni Sebagai Penerima PIP
Pada kesempatan yang sama, Petrus juga akhirnya mengakui adanya sejumlah Alumni SMA N 1 Wesel yang terdaftar sebagai penerima PIP.
Menurutnya, Ia telah mengingatkan bawahannya untuk memeberikan informasih kepada semua penerima beasiswa, kendati sudah menjadi Alumni.
Namun, hal itu tidak dihiraukan Oknum MDN.
“Dalam SK ini ada beberapa Alumni, jadi waktu itu saya sampaikan kalau anaknya ada disekitar sekolah, dalam hal ini ada di daratan sumba, mudah dijangkau, karena itu adalah haknya mohon disampaikan untuk mereka lakukan pemberkasan dan untuk melakukan pencairan,” ungkapnya.
Hingga kini sebutnya, bawahannya telah mengembalikan uang beasiswa milik Alumni SMA N 1 Wesel.
“Jadi soal Alumni ini saya sudah tanyakan, mereka bilang sudah kembalikan semua,”
Sementara itu, Petrus pun membeberkan fakta sebelum Oknum MDN dan rekannya sebagai pengurus mengembalikan uang beasiswa milik Siswa/i dan Alumni.
Petrus Mengaku, bawahannya pernah meminta agar uang beasiswa yang ditilep itu dikembalikan ke pihak Bank.
Namun, usai pihak Bank BNI tidak memberi ruang, oknum MDN dan rekannya bersepakat mengembalikan uang beasiswa ke tangan orang tua katanya.
“Mereka mengatakan kalau bisa kami ke Bank untuk pengembalian begitu. Jadi saya bilang untuk sementara saya belum bisa bantu, tetapi saya bilang yang jelas apa yang kamu buat ini salah. Kemudian karena Bank menolak untuk melakukan pengembalian, jadi mereka bilang, bapak kalau bisa kami kembalikan sudah ke orang tuanya siswa. Ya saya saat itu tidak bisa mengatakan ia. yang saya bilang, buat sudah yang terbaik. Tetapi saya bilang waktu pengembalian uang, mohon siapkan kwitansi pembayaran dengan foto saya bilang begitu,” ungkapnya.***
|
