NTTKreatif.com, TAMBOLAKA – Kasus dugaan pemotongan uang beasiswa atau dana Program Indonesia Pintar (PIP), milik Siswa/i dan Alumni SMA N 1 Wewewa Selatan, Desa Tena Teke, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang dilakukan oknum Guru MDN baru-baru ini, masih jadi polemik.
Kendati dugaan pemotongan itu dibantah oleh oknum MDN.
Kepada NTTKreatif.com, pada Jumat 17 Januari pagi tadi, Kepala Sekolah SMA N 1 Wesel, Petrus Gono Ate, akhirnya mengakui adanya pemotongan 100 ribu per anak hingga tilep beasiswa milik Alumni.
Petrus membenarkan adanya Surat Keterangan (SK) penerimaan PIP yang akan diterima sejumlah anak didiknya.
Menurutnya, kala itu dirinya megantongi tiga buah SK yang berbeda, namun dengan tujuan penganggarannnga yang sama.
Ia menyebut, total siswanya yang akan menerima beasiswa itu berjumalah 284 siswa.
Iapun mengaku jumlah uang yang akan diterimah siswanya dimulai dari 500 ribu hingga 1,800 ribu.
“Pada tanggal 20 maret itu ada SK masuk, ada tiga SK, tanggalnya sama tetapi SK nya berbeda. SK pertama itu ada 43 orang, sisanya dari 284 siswa itu SK nya berbeda, anggarannya sama. Dari 284 siswa yang ada di SMA itu sebagai penerima beasiswa, rata-rata peranak itu mulai dari 500, 900 ada, sampai dengan 1,800,” ungkapnya.
Petrus menyebut hingga saat ini, jumlah siswa SMA N 1 Wesel yang telah berhasil melakukan pencairan beasiswa, berjumlah 200 siswa.
Namun, 84 siswa lainnya kata Petrus, tidak berhasil aktivasi Rekening hingga akhirnya tidak dapat melakukan proses pencairan.
“Perhari ini yang sudah lakukan pencairan itu suda 200 orang, karena yang 84 itu tidak aktivasi rekening,” ungkapnya.
Kendati pihaknya telah mengusulkan 284 siswa sebagai penerima beasiswa, Namun Ia mengaku usai bawahannya sebagai pengurus, tiba di Bank BNI Wee Tebula, siswa yang berhasil diakui sebagai penerima beasiswa hanya 200 orang.
“Kami usul semua ini, 284 siswa, sampai di Bank, setelah saya punya guru-guru yang urus ke Bank, sampai disana mereka mengatakan dari 284 ini, yang berhasil aktivasi rekening ada 200 orang,” ungkapnya.
Kepsek Akui Adanya Pemotongan.
Sementara itu, Petrus akhirnya mengakui Oknum MDN sebagai pengrus beasiswa, lakukan hal tidak terpuji.
Ia menyebut, hal itu merupakan sebuah kekhilafan, padahal dirinya tidak pernah menginstruksikan katanya.
“Iya benar, artinya itu kekhilafan sudah, yang jelas saya tidak menginstruksikan untuk hal itu,” katanya.
|
