Ia juga menilai ajang kreatif seperti Gebyar PAUD ini sangat efektif dalam membangun kepercayaan diri serta mengasah bakat seni anak-anak.

Sementara itu, Ketua TP PKK SBD sekaligus Mantan Bupati SBD, Markus Dairo Talu, dalam pengantarnya meluruskan bahwa Gebyar PAUD jangan hanya dilihat sebagai kompetisi atau lomba menang-kalah semata.

">

Baginya, acara ini adalah ruang gembira yang dirancang khusus untuk anak-anak di fase golden age melalui metode belajar sambil bermain.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan mendidik anak usia dini di SBD saat ini berjalan beriringan dengan dua program strategis Pemerintah Pusat, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Bangga Kencana.

“Kader PKK dan kader KB akan terus berkolaborasi, pastikan setiap anak SBD dapat ASI eksklusif, gizi cukup, dan PAUD layak. Saya kemarin diingatkan Kepala BKKBN NTT tentang Gagasan AYAH HEBAT setidaknya mendampingi anak menerima Rapor di Sekolah,” ungkap Markus memaparkan pentingnya peran figur ayah.

Di penghujung arahannya, Markus mengajak seluruh pengelola PAUD, tenaga pendidik, dan orang tua untuk menempatkan diri sebagai teladan terbaik yang mengasuh dengan kesabaran dan kasih sayang.

“Untuk kita semua, Mari kita dukung dan kita jadikan 11 kecamatan sebagai tempat kita menghasilkan anak – anak yang sehat, cerdas dan hebat. Berlombalah untuk menghasilkan terbaik,” pungkasnya

Kegiatan Gebyar PAUD tahun ini diwarnai dengan berbagai lomba ketangkasan dan kreativitas anak, mulai dari Lomba Tari, Lomba Fashion Show, hingga Lomba Mewarnai yang diikuti dengan antusias oleh utusan PAUD dari berbagai wilayah di SBD. ***