Tobias mengungkapkan, massa hadir bukan karena dimobilisasi secara fisik, melainkan atas kesadaran dan ikatan emosional yang kuat.
Cukup melalui satu panggilan telepon, ratusan petani langsung merapatkan barisan ke kediamannya.
Pertemuan konsolidasi massa ini digelar persis seusai kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husien, ke wilayah tersebut.
Alih-alih menyerah, Tobias justru menebar ancaman politik serius untuk kontestasi mendatang.
Ia memerintahkan seluruh barisan pendukungnya untuk tegak lurus mengikutinya dan bersiap membalas kekalahan politik ini.
Tobias secara terbuka menantang para lawannya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.
“Apa yang saya omong nanti ikut saya, kita tunggu 2029, di situ baru kita satu-satu, darah ganti darah,” pungkas Tobias menegaskan sikap
politiknya.***

