NTTKreatif.com, Tambolaka— Peta politik Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memanas. Anggota DPRD SBD, Tobias Dowa Lelu, melontarkan perlawanan terbuka usai diganti dari jabatannya sebagai Ketua DPC PKB SBD.

">

Posisi vital tersebut kini resmi beralih ke tangan Dominggus Dama melalui Musyawarah Cabang (Muscab) PKB.

Usai keputusan tersebut, Tobias mengumpulkan ratusan anggota kelompok tani di kediaman pribadinya, pada Rabu 12 Agustus 2026.

Di hadapan massa basisnya, Koordinator Kelompok Tani SBD ini mengklaim tidak pernah berbuat salah selama memimpin partai.

Ia menegaskan, kejayaan yang dirasakan PKB SBD saat ini adalah buah keringat dan perjuangan tunggalnya selama puluhan tahun.

“Saya ini tidak salah apa-apa, tidak salah sedikitpun. Waktu dulu 15 tahun bahkan 20 tahun yang lalu saya berjalan sendiri,” tegas Tobias meluapkan kekecewaannya, dikutip dari tenahers.com.

Tobias menggambarkan betapa berdarah-darahnya ia membangun basis massa dari nol tanpa bantuan pihak lain.

“Saya tidak kenal itu hujan dan angin, dingin panas saya tidak kenal sampai dia jadi begini,” lanjut Tobias tajam.

Meski terpukul, Tobias meminta para pendukung setianya untuk menahan diri dan menyembunyikan rasa sakit hati atas keputusan partai.

“Saya mau bilang ini malam, tolong mari kamu hapus ini sakit yang ada di sini,” ucapnya sembari menepuk dada.

Ia mengapresiasi loyalitas para petani yang dinilainya jauh lebih solid ketimbang elite politik.

Tobias mengungkapkan, massa hadir bukan karena dimobilisasi secara fisik, melainkan atas kesadaran dan ikatan emosional yang kuat.

Cukup melalui satu panggilan telepon, ratusan petani langsung merapatkan barisan ke kediamannya.

Pertemuan konsolidasi massa ini digelar persis seusai kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husien, ke wilayah tersebut.

Alih-alih menyerah, Tobias justru menebar ancaman politik serius untuk kontestasi mendatang.

Ia memerintahkan seluruh barisan pendukungnya untuk tegak lurus mengikutinya dan bersiap membalas kekalahan politik ini.

Tobias secara terbuka menantang para lawannya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

“Apa yang saya omong nanti ikut saya, kita tunggu 2029, di situ baru kita satu-satu, darah ganti darah,” pungkas Tobias menegaskan sikap

politiknya.***