NTTKreatif.com, Tambolaka – Dunia pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) diselimuti awan hitam. Bagaimana tidak dalam sejumlah catatan yang ada angka lama sekolah di wilayah tersebut masih berada di angka 7,14 persen. Begitupun dengan angka melek huruf yang masih berada di bawah 90 persen.
Tidak hanya itu, angka tidak sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pun terbilang cukup tinggi di angka 13.888 yang belum terverifikasi.
Tidak heran jika kemudian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) beberapa waktu terakhir terus melakukan upaya untuk menurunkan catatan-catatan buruk di bidang pendidikan. Salah satunya adalah memberikan bantuan buku kepada perpustakaan desa, rumah ibadah dan taman baca masyarakat.
Hal ini seperti yang dilakukan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu belum lama ini di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka.
Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional Perpustakaan Nasional RI dalam upaya mencetak satu juta perpustakaan baru di seluruh Indonesia. Kabupaten Sumba Barat Daya sendiri menerima 30.000 judul atau 150.000 eksemplar buku bermutu serta 30 unit rak buku.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa literasi adalah fondasi berpikir kritis dan partisipasi sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengelola perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat, sekaligus mendorong budaya membaca sebagai gerakan sosial.
Data menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat NTT masih jauh di bawah rata-rata nasional. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan menjadi titik awal membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumba Barat Daya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum kolaboratif antara pemerintah daerah, penggiat literasi, dan komunitas lokal dalam menyongsong visi Sumba Barat Daya Cerdas menuju Indonesia Emas 2045.***
|
