NTTKreatif.com, Mbay – Operasi pencairan dan pertolongan bagi korban banjir bandang di di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT masih terus berlangsung hingga kini.
Terbaru, proses pencarian tiga korban yang belum ditemukan dilakukan oleh Polda NTT dengan mengirimkan mengirimkan empat anjing pelacak untuk membantu pencarian korban banjir bandang.
“Sejumlah anjing pelacak itu sudah diberangkatkan pagi tadi dengan beberapa personel untuk memperkuat penanganan di lapangan,” kata Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Rudi Darmoko di Kupang, Selasa dilansir dari Antara.
Operasi pencarian ini menjadi operasi lanjutan setelah sebelumnya SAR resmi menutup proses pencarian terhadap pada korban pada Senin (15/9/2025) pukul 15.00 Wita.
Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa penutupan operasi dilakukan setelah misi kemanusiaan berlangsung selama tujuh hari sesuai prosedur.
Dengan penutupan operasi ini, tiga korban yang belum ditemukan dinyatakan hilang.
Sebelumnya, dikabarkan ada tiga korban hilang dalam banjir bandang tersebut. Mereka adalah Mariano Tom Busa Jago (29), Sebastiana So’o (42), dan Desiderius Geraldi (14 bulan).
Semuanya berasal dari wilayah Kecamatan Mauponggo. Pencarian terus dilakukan menyusuri aliran sungai dan lokasi terdampak paling parah.
Adapun enam korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah Elgius Sopi Bela (35), Fancelina Meli Boa (60), Maria Kondriani F. Nua (6 bulan), Agustinus Lena, Achiles Agustinus Busa Jago (13 bulan), dan Ermelinda Co’o (35). Semuanya merupakan warga setempat yang tinggal di desa-desa sekitar lokasi bencana.***
|
