NTTKreatif, TAMBOLAKA – Turnamen Liga Pelajar U-15 di gelar dilapangan Oepoi Kupang pada tanggal 1 Desember hingga 5 Desember 2024 mendatang.
Tim Persada Sumba Barat Daya kini akhirnya tidak lagi bergabung dalam Turnamen Liga Pelajar Itu.
Dalam pertandingan pertamanya Persada SBD melawan PSKN Kefamenanu padahal berakhir imbang dengan skor 2-2.
Kemudian pada pertanding keduanya melawan Persebata Lembata, tim Persada SBD berhasil disingkirkan dalam Turnamen itu dengan skor 3-0.
Namun, tidak hanya kekalahan, hal piluh dirasakannya tim Persada SBD kali ini.
Bagaimana tidak, keberangkatannya tim Persada SBD ini tidak difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Padalah, Turnamen Liga Pelajar ini juga sangat mengharumkan nama besar kabupaten SBD.
Hal ini diungkapkan oleh pelatih tim Persada SBD Marselinus Bora, saat dikonfirmasi NTTKreatif.com pada Senin tanggal 2 Desember kemarin.
Ia mengakui kerangkatan tim Persada SBD itu tidak difasilitasi oleh PEMDA SBD.
Hingga sebutnya, keberangkat tim Persada SBD ini difasilitasi sendiri oleh orang tua anak-anak yang bergabung dalam turnamen itu.
“Soal keberangkatan tim Persada SBD tidak difasilitasi oleh PEMDA, ini kontribusi pribadi anak-anak tim Persada, satu anak itu kumpul uang satu juta Lima Ratus,” Ungkapnya.
Marselinus juga menyebut kerangkatan tim Persada SBD menuju Kota Kupang itu menggunakan kapal laut.
Bahkan dalam perjalanan sebutnya, sempat anak asuhannya meminun air kran dalam kapal laut yang ditumpanginya mereka.
“Karena biaya kerangkatan kami tidak cukup jadi kami ke kupang itu dengan kapal veri. Bahkan ada anak-anak kami itu yang sempat minum air kran di kapal veri, karena stok air dalam kapal habis terjual,” ungkapnya.
Ia mengaku dana satu juta lima ratus itu diperuntukkan untuk biaya makan dan biaya pulang-pergi tim Persada SBD.
Sementara tempat penginapan ungkapnya, anak-anak tim Persada itu menginap pada rumah keluarga di Kota Kupang selama pertandingan itu berlangsung.
“Uang satu juta lima ratus per anak ini, itu kami hanya khususkan untuk biaya makan dan pulang pergi. Sedangkan tempat penginapan kami semua menginap di rumahnya bapak Anton Taneo. Rencananya hari kamis kami pulang kalau ada kapal masuk,” katanya.***
|

Tinggalkan Balasan