“Nah soal Stunting itu sangat berbahaya kalau tidak diatasi secara dini. Kita bisa kehilangan generasi hebat kalau kita biarkan seperti ini. Sehingga saya ajak kita semua untuk mulai memerangi stunting. Itu yang buat BKKBN bersama saya terus turun untuk memastikan program yang sudah kami sepakati berjalan dan ini juga bagian dari pengawasan saya sebagai wakil rakyat,” katanya saat hadir dalam Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di desa Gollu Sapi, Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat 26 Juli 2024 siang.

Perjuangan Ratu Wulla Talu tentunya beralasan. Ia tidak mau kemudian ada generasi Sumba dan juga NTT tidak lagi bersinar seperti sekarang.

">

Hal ini dikarenakan stunting memberikan banyak dampak. Dampak tersebut diantaranya

1. Perkembangan Fisik Terhambat: Anak yang stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

2. Gangguan Kognitif: Stunting dapat mempengaruhi perkembangan otak, mengakibatkan keterlambatan perkembangan kognitif dan kemampuan belajar yang lebih rendah.

3. Kesehatan yang Buruk: Anak yang mengalami stunting memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.

4. Produktivitas Rendah di Masa Dewasa: Stunting dapat berdampak jangka panjang, termasuk pada produktivitas dan pendapatan ketika anak tersebut dewasa.

5. Risiko Penyakit Kronis: Anak yang Stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung di kemudian hari.

6. Dampak Sosial dan Ekonomi: Stunting dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk bersekolah dan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga berdampak pada kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting sangat penting untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal salah satunya dengan terus menggelar Kampanye Percepatan Penurunan Stunting. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625