NTTKreatif, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pembentukan 70.000 hingga 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Target ini diberi sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Menariknya, pembentukan Koperasi Merah Putih ini sendiri mengharuskan pemerintah untuk mengeluarkan anggaran hingga Rp400 T.
“Setiap koperasi desa membutuhkan modal awal antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Dana ini akan berasal dari dana desa serta dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), melalui skema cicilan jangka menengah,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin 15 April 2024 lalu.
Hal tersebut penting karena baginya, koperasi desa akan menjadi ujung tombak dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa, sekaligus sebagai upaya strategis untuk mengurangi ketimpangan dan kemiskinan ekstrem.
Selain itu, kata dia, keberadaan Koperasi Merah Putih juga bisa memperkuat swasembada pangan dan pemerataan ekonomi hingga menjadikan desa sebagai pilar pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 serta dapat dijadikan sebagai gerbong untuk mengoptimalkan potensi desa.
Nantinya ungkap Menteri Budi, program ini akan dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yaitu membentuk koperasi baru di desa-desa yang belum memiliki koperasi, merevitalisasi koperasi yang sudah ada, serta memperkuat koperasi melalui pelatihan, digitalisasi, dan akses pendanaan.
Tak hanya membentuk koperasi baru, program ini juga menargetkan transformasi 64.000 kelompok tani menjadi koperasi distribusi, khususnya untuk pupuk bersubsidi.
Sebagai bagian dari penguatan manajemen, sebanyak 210.000 orang akan dilatih untuk mengelola koperasi tersebut. “Setiap koperasi akan dikelola oleh tiga orang yang dilatih secara khusus,” jelas Budi.
Adapun layanan yang disiapkan di Koperasi Merah Putih diantaranya: Kantor Keperasi Desa Merah Putih, Gerai sembako, Unit Simpan Pinjam, Klinik dan Apotek Desa, Cold Storage, dan Distribusi Logistik.***
|
