Lebih lanjut Bupati Anton menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Flores Timur.

Tidak heran, saat ini katanya lagi sudah terdapat sekitar 13.000 hektare lahan pertanian tanaman pangan di Flores Timur, dengan target pengembangan secara intensif.

">

“Karena itu, mestinya ambisi kita itu bisa sentuh sampai dengan 1.000 hektare. Dan kalau 1.000 hektare itu berarti sekarang ini kan sumur ini dia bisa jawab hanya sekitar 2,5 hektare. Pemerintah sendiri berencana membangun sumur bor berkapasitas besar yang mampu mengairi lahan seluas 10–15 hektare dengan anggaran mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Bupati Anton Doni menegaskan tekad pemerintah untuk tetap mencari solusi walaupun di satu sisi di tahun 2025, kata dia lagi pemerintah hanya bisa membangun sumur bor di empat wilayah, yakni di Biri dan Otan (Pulau Solor), serta di Waiwadan dan Witihama (Pulau Adonara).

“Kita sudah rencana ada sekitar 5 titik kita tambah lagi tetapi belum jadi direalisasikan, karena urusan ini kalau kita tidak atur baik-baik maka ributnya lebih banyak daripada jadinya. Karena itu kita harus undur sampai 2026 nanti,” imbuh Anton Doni.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dan disiplin dalam praktik pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

“Jadi, bapak mama nanti dengar itu BPP punya arahan itu. Pupuk pertama kita harus tertib, pupuk kedua harus tertib. Jarak tanahnya sekian juga kita harus tertib. Ilmu-ilmu itu,” harapnya lagi. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625