NTTKreatif, LARANTUKA – Gunung Lewotobi laki-laki kembali erupsi, Senin, 20 Januari 2025 petang tadi.

Erupsi tersebut terjadi 3 kali dalam rentan waktu 2 jam dengan tinggi kolam abu bervariatif.

">

Dimulai dengan erupsi pertama pada pukul 16:25 WITA dengan tinggi kolam abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut.

Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 1 detik.

Sementara erupsi kedua yang terjadi pada gunung yang terletak di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura itu terjadi pada pukul 16:52 WITA tadi.

Kali ini tinggi kolam abu teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.484 meter di atas permukaan laut.

Sedang erupsi yang ketiga terjadi pada pukul 17:31 WITA dengan tinggi kolam teramati kurang lebih 1.300 meter atau kurang lebih 2.884 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 8.1 mm dan durasi ± 2 menit 56 detik.

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan diminta KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral Barat Daya – Utara – Timur Laut sejauh 6 Km.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote,” tulis mereka dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.

Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.***