Ketua panitia pelaksana, Yosep Cornelius Deor Nay, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menampilkan bakat dan minat siswa yang selama ini diasah di sekolah.
“Pentas seni ini bukan sekadar hiburan. Kami, para guru, memberikan ruang ekspresi kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di depan orang tua dan masyarakat,” ujar Yosep.
Beragam penampilan disuguhkan dalam acara ini, mulai dari tarian tradisional, pidato berbahasa Inggris, paduan suara, hingga pemutaran film pendek yang diproduksi dan diperankan oleh siswa sendiri. Tak ketinggalan, pertunjukan minilog dan teater bertema pendidikan juga turut memeriahkan acara.
Selain siswa SMPS Katolik Ratu Damai, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi dari siswa SDK Waibalun 1, SDI Lewolere, dan SDI Waibalun. Acara dibuka dan ditutup oleh penampilan Radam Band, grup musik yang dibentuk oleh siswa sekolah tersebut.
Sementara Kepala SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun, Sr. Yasinta Kleden, CIJ., menyampaikan bahwa pentas seni ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan.
“Kami ingin agar para orang tua bisa melihat sendiri bakat anak-anak mereka. Mungkin ada yang belum tahu bahwa anaknya bisa menari atau menyanyi. Anak-anak kita ini multitalenta,” kata Sr. Yasinta.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh para orang tua yang senantiasa terlibat dalam kegiatan akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler atau pengembangan bakat siswa di sekolah.
“Saya bersyukur karena orang tua selalu mendukung. Kehadiran dan keterlibatan mereka sangat membantu dalam proses pembelajaran anak-anak,” ujarnya.
Sr. Yasinta menegaskan bahwa SMPS Katolik Ratu Damai Waibalun berkomitmen membina siswa secara utuh—mengasah kemampuan intelektual sekaligus memupuk keterampilan dan karakter yang kuat sebagai bekal menuju jenjang pendidikan berikutnya.*(Ell)*
|
