“Atas kejadian itu, saya, Kepala SPPG, SPPI, kita mobilisasi adik-adik ke rumah sakit Karitas Weetebula, RSUD Reda Mbolo dan Puskesmas Watukawula, kami juga langsung koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memohon bantuan tenaga medis. Sehingga dari tenaga medis langsung bergerak menangani adik-adik kita,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikn rasa prihatin dan permohonan maaf kepada siswa yang diduga mengalami keracunan.

">

Tidak hanya itu, Ia juga memyampaikan permohonan maafnya kepada orang tua siswa hingga seluruh masyarakat atas insiden tersebut.

Ia mengaku, saat ini SPPG Dapur Mandiri Langga Lero akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Tidak hanya pada persiapan bahan, tetapi juga pada pengolahan hingga pendistribusian.

Meskipun sebutnya, yang dilakukan sebelumnya sudah sesuai standar SOP.

“Oleh karena itu, kami sebagai mitra badan gizi, SPPG Langgalero, Ketua Yayasan Tana Manda Sumba mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya, kepada adik-adik yang menjadi korban, keluarga besar SMA Manda Elu dan SMA Alnfonsus dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya,” ungkapnya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625