NTTKreatif.com, Tambolaka – Event Tour de EnTeTe telah dibuka resmi 10 September 2025 lalu. Nantinya, Tour de EnTete yang menjadi ajang balap sepeda Internasional itu akan menyinggahi sejumlah pulau di NTT termasuk Pulau Sumba.

">

Khusus Pulau Sumba, para pembalap yang berasal dari 16 tim dari 13 negara ikut dalam Tour de EnTeTe itu akan mengawali perjalanan dari Sumba Timur dan diakhiri di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada tanggal 15 September 2025 besok.

Usai tiba para pembalap sepeda yang berasal dari Filipina, Malaysia, Australia, Inggris, Belanda, Iran, Mesir, Slovenia, Afrika Selatan, Aljazair, Perancis, China, dan Indonesia itu akan disuguhi dengan sejumlah acara mulai dari gala dinner, pertunjukan budaya hingga pameran UMKM.

Tidak hanya itu, rencananya 80 pembalap yang ikut serta dalam event ini akan disuguhkan dengan penampilan special Silet Open Up, pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu yang viral Tabola Bale.

“Sesuai informasi penyanyi Silet Open Up akan tiba di Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, Senin 15 September 2025 siang,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, Christofel Horo yang juga adalah Asisten I Setda Sumba Barat Daya di ruang kerjanya, Jumat 12 September 2025 lalu.

Dirinya mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah Propinsi NTT, kata dia, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menginginkan suasana pegelaran Tour de EnTeTe di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya tanggal 15 hingga 16 September 2025 harus lebih meriah dari daerah lainnya.

Hal ini pun membuat pihak Pemerintah Daerah yang dipimpi Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla terjun langsung ke lapangan untuk memonitor lintasan balapan mulai dari perbatasan dengan Sumba Barat hingga lapangan Galatama Sumba Barat Daya.

Sepanjang jalan raya itu, Bupati Ratu kata Christofel Horo menghimbau masyarakat di sepanjang jalan raya untuk membersihkan sampah dan mengkandangkan ternak piaraan agar tidak mengganggu jalannya lomba tersebut.

“Sementara untuk jadwalnya ada perubahan akibat Larantuka dan Maumere yang batal jadi dilalui papa pembalap akibat erupsi Gunung Lewotobi. Sehingga, di Selasa 16 September 2025 para pembalap tidak langsung terbang ke Flores tapi akan kembali lagi ke Waingapu, Sumba Timur,” ungkapnya kembali.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625