NTTKreatif, LARANTUKA – Pilkada Flores Timur (Flotim) telah usai dengan ditetapkan Anton Doni Dihen dan Ignas Uran sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Keduanya baru ditetapkan oleh KPU Kabupaten Flores Timur pada Kamis, 6 Februari 2025 silam usai sebelumnya gugatan pasangan Lukman Riberu dan Zakarias Pauan ditolak MK.
Putusan tersebut pun disambut sukacita oleh Partai Pengusung dan Pendukung dan Para Relawannya.
Maklum di Pilkada Flotim kemarin, kedua pasangan tersebut sempat diremehkan banyak pihak karena hanya diusung satu partai pengusung yakni Partai NasDem.
Namun begitu, di Pilkada Flotim 2024 keduanya malah mendapat kepercayaan dengan dukungan mayoritas suara dari masyarakat ketimbang tiga calonnya lainnya dengan total suara mencapai 37.203 suara.
Keduanya unggul 4.357 suara atas pasangan calon Lukman Riberu dan Zakarias Paun yang mengemas total suara 32.846.
Sementara, dua pasangan lainnya masing-masing Anton Hadjon dan Matias Enai serta Stef Ola Demon dan Rofin Kabelen memiliki total suara masing-masing 26.415 dan 28.491.
Rencananya kedua pasangan yang sama-sama berlatar politisi ini akan dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 mendatang di Jakarta.
Lalu apa visi misi keduanya? Berdasarkan informasi yang dihimpun nttkreatif.com selama masa kampanye keduanya memiliki visi: Flores Timur Produktif dan Inovatif, menuju Lewotana Flores Timur yang Maju, Berdaya, dan Berkelanjutan.
Sementara untuk misinya sendiri keduanya mengusung Lompatan Produktivitas Semua Sektor Kehidupan, dengan Mengandalkan Ilmu dan Teknologi Terbaru, Kecerdasan Inovatif, Tata Kelola Transformatif, dan Kearifan Lamaholot Paling Jernih yang dijabarkan dalam 7 poin diantaranya:
Pertama, program transformasi serius sektor-sektor ekonomi melalui penerapan ilmu dan teknologi terbaru, mobilisasi kecerdasan inovasi kolektif, manajemen dan tata kelola terbaik berbasis pemetaan persoalan secara jernih, dan pendayagunaan kearifan-kearifan produktif eksisting yang dipadukan dengan perspektif keilmuan mutakhir.
Kedua, program reformasi terukur sektor-sektor sosial dan politik, dalam kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksisting di masyarakat, untuk menguatkan modal sosial; mencipta kerukunan; menggairahkan kehidupan kepemudaan, olahraga, dan seni; serta memastikan daya hidup komunitas dan budaya lokal.
Ketiga, program transformasi sektor pendidikan, kepemudaan, dan ketenagakerjaan, melalui pembenahan institusional dan langkah-langkah terobosan yang berdaya, guna memastikan masa depan terbaik generasi muda Flores Timur.
Keempat, program pemberdayaan sektor kesehatan, melalui tata kelola kebijakan kesehatan terbaik, tata kelola fasilitas kesehatan terbaik, dan berbagai pendekatan promotif dan preventif.
Ini semua untuk memastikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga dengan memberi perhatian khusus pada jenis-jenis pelayanan yang tercakup dalam Standar Pelayanan Minimal, dan perhatian pada potensi penyakit- penyakit yang terbanyak mengganggu produktivitas dan kenyamanan hidup warga
Kelima, Program pemenuhan rasa keadilan sosial minimal, dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan akan infrastruktur dasar konektivitas, air, listrik, dan infrastruktur komunikasi, melalui berbagai langkah terobosan kolaboratif dengan berbagai pihak.
Keenam, program pemastian daya dukung ekologis jangka panjang, melalui langkah-langkah konservasi dan rehabilitasi yang lebih bertenaga serta terobosan dalam manajemen operasional.
Ketujuh, program tata kelola pemerintahan terbaik, baik di tingkat menajemen kebijakan secara umum maupun manajemen kebijakan sektoral, yang didukung dengan penerapannya melalui perencanaan strategis dan perencanaan operasional yang SMART, dan pengendalian kinerja yang ketat.***
|
