Bahkan sang ayah mertua, Bulu Dairo, mengaku sangat memercayakan segala urusan rumah tangga kepada Ibu Adriana, bahkan melebihi kepercayaannya kepada anak kandungnya sendiri.
Bulu Dairo menegaskan bahwa selama ini pihak keluarga selalu memperlakukan sang menantu dengan penuh kasih sayang dan kebaikan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga juga meluruskan dua isu miring yang sempat telanjur beredar luas di media sosial.
Terkait Isu Penyegelan Rumah, keluarga menegaskan tidak pernah menyangkal hak kepemilikan rumah Ibu Adriana.
Secara adat dan budaya setempat, rumah baru tersebut memang belum diserahterimakan atau ditempati secara resmi.
Oleh karena itu, selama ini Ibu Adriana beserta anak-anaknya masih tinggal bersama di rumah besar milik mertua.
Sementara, Isu mengenai pembatasan kegiatan PKS dibantah keras oleh keluarga. Meskipun sang ayah mertua menganut kepercayaan Marapu, pihak keluarga menegaskan bahwa mereka sangat toleran dan selalu mendukung penuh seluruh aktivitas pelayanan gereja yang diikuti oleh Ibu Adriana.
Dengan adanya mediasi ini, pihak keluarga berharap seluruh kesalahpahaman telah selesai dengan baik dan Ibu Adriana dapat kembali fokus menjaga kesehatan bersama kandungannya.***


