NTTKreatif.com, Kupang – Kematian Prada Lucky Saputra Namo alias Prada Lucky belum lama ini menyita perhatian publik banyak khususnya masyarakat NTT.
Bagaimana tidak, di usai 23 tahun, Prada Lucky yang belum setahun mengabdi di kesatuan TNI AD itu sudah harus meregang nyawa dihabisi oleh para seniornya.
Diduga prajurit muda itu meninggal dunia akibat dianiayaa oleh seniornya di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere, Nagekeo.
Menariknya, di tengah kesedihan keluarga yanh begitu dalam, muncul komentar Nafa Arshana, yang disebut-sebut sebagai istri dari anggota aktif TNI AD yang membuat geram banyak pihak termasuk sang ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo.
Bahkan Serma Christian Namo tidak sungkan menyebut kalau dirinya akan turun tangan sendiri mencari Nafa Arshana akibat komentarnya yang menyudutkan sang anak.
“Ini akun, padahal saya lagi berduka. Tolong cari dia sebelum saya yang cari dia. Jangan dia bikin masalah baru,” ungkapnya.
Setelah gelombang reaksi publik yang tak terbendung, Nafa Arshana akhirnya muncul memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.
Dalam sebuah video yang dibagikan di grup Facebook Flobamorata Tabongkar pada Senin, 11 Agustus 2025, Nafa terlihat mengenakan hijab berwarna kuning, didampingi langsung oleh suaminya yang mengenakan seragam lengkap TNI.
Dengan suara bergetar dan penuh penyesalan, ia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.
Dan berikut bunyi permohonan Nafa dilansir nttkreatif.com:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sebelumnya kami ucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Lucky Saputra Namo, putra dari Bapak Serma Christian Namo.
Saya, pemilik akun Nafa Arshana, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Christian Namo dan keluarga atas balasan komentar saya di Facebook yang melukai perasaan Bapak dan keluarga yang sedang berduka.
Saya sadar, balasan komentar saya seperti orang yang tidak punya empati kepada Bapak dan keluarga yang sedang dalam suasana berduka cita.
Komentar saya di Facebook tidak ada maksud untuk membela atau mendukung oknum pelaku penganiayaan yang menyebabkan almarhum meninggal dunia.
Saya juga meminta para pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Saya berharap Bapak Christian Namo dan keluarga serta netizen dapat berbesar hati untuk memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan saya.
Demikian permohonan maaf saya kepada Bapak dan keluarga. Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.***
|
