“Ini berhubungan juga dengan IT dan BKN. Bukan sembarang dibuat. Ada yang bilang mau demo Bupati. Datang Demo Bupati. Saya mau lihat,” ungkapnya dengan nada keras yang diiringi dengan tepukan tangan para ASN.

Dirinya menambahkan sebagai pimpinan, dirinya tidak sekalipun takut ataupun gentar dengan ancaman semacam itu karena baginya, ia bekerja untuk masyarakat.

">

“Masa kalian tega. Toh yang PPPK itu anak SBD sendiri bukan anak dari luar angkasa. Kita harus pastikan kesempatan itu buat anak-anak kita. Tolong dong pemerintah cari kebijakan dan itu sudah dilakukan dengan bicara dengan BKN, Kemenkeu dan Menpan RB untuk cari solusi buat mereka. Saya mau bilang kita butuh guru banyak di sini. Begitu pun dengan dokter. Susah,” tambahnya heran.

Diungkapkannya Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dengan situasi yang demikian harusnya ada ruang bersama untuk bicara baik-baik dengan memberikan ruang dan kesempatan kerja buat anak SBD bukan sebaliknya.

“Kalau diminta saya pergi cari solusi di Pusat. Saya akan pasang badan pergi cari bukan mau demo. Kalau mau iya datang. Saya tunggu. Tidak perlu lain hadapi. Saya sendiri yang hadapi. Saya akan hadapi. Apalagi ada yang mau ganggu saya punya staf. Saya akan pasang badan. Itu komitmen saya. Saya tidak mau wibawa daerah ini jatuh. Ini sikap saya dan bentuk profesionalisme saya sebagai pemimpin,” katanya lagi. 

Dirinya pun berpesan dengan sikap yang demikian membuat para ASN dan PPPK yang baru mendapat SK untuk bisa bekerja dengan baik bukan sebaliknya.

“Jadi ketika kita bekerja bukan karena tekanan. Bukan karena rasa takut tapi harus lahir dari kesadaran,” tambahnya mengingatkan. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625