NTTKreatif.com, Jakarta – Aksi demo yang terjadi beberapa hari belakangan ini membawa dampak buruk pada kelangsungan hidup banyak orang. Bagaimana tidak, aksi yang semula damai mendadak berubah menjadi ricuh.

">

Puncaknya saat kematian driver ojol, Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis milik Brimob yang membuat kemarahan publik kian memuncak. Imbasnya, beberapa fasilitas umum baik gedung DPRD maupun gedung milik polisi di beberapa wilayah dirusak massa. Selain dirusak, gedung-gedung itu pun dibakar hingga menyisahkan puing-puing.

Tidak hanya fasilitas umum, rumah milik sejumlah tokoh nasional dan para anggota DPR RI juga tidak luput dari sasaran kemarahan massa buntut kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI itu.

Salah satunya adalah rumah milik Menkeu, Sri Mulyani yang diketahui ikut dirusak dan dijarah oleh massa pada tanggal 31 Agustus 2025 lalu.

Menariknya, bukannya marah, Menkeu Sri Mulyani malah mengucapkan terima kasih dan mendoakan semua pihak yang sudah mendukungnya menghadapi musibah ini.

“Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya. Para pendahulu kita, telah melalui itu. Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur,” ungkapnya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625