NTTKreatif.com, Tambolaka – Kasus pengrusakan terhadap sekolah kembali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya.

">

Kali ini pengrusakan tersebut menyasar pada salah satu sekolah di Kecamatan Wewewa Selatan yakni SMP Kristen Tana Maringi oleh orang tidak dikenal atau OTK.

Kendati total kerusakan tidak mencapai belasan juta, namun pengrusakan tersebut membuat para peserta didik masing-masing di kelas 7 B dan 7 C harus mengikuti pelajaran dengan sarana seadanya.

“Iya dua ruangan yang dirusakkan, masing-masing kelas 7 B dan 7 C. Dimana yang dirusakkan itu adalah dinding bebak, kursi, meja dan papan tulis,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Kristen Tana Maringi, Adriana Ngara, Selasa, 28 April 2026 tadi.

Ia membeberkan temuan awal kerusakan tersebut baru diketahui pada hari Minggu lalu saat ia melakukan monitoring ke sekolahnya.

“Jumat kami masih ke sekolah belum ada kerusakan. Baru hari Minggu saat saya ke sekolah untuk kontrol baru saya lihat meja, papan tulis, dinding kelas dan kursi sudah berantakan,” katanya.

Dirinya mengatakan selain dibuat berserakan, sejumlah fasilitas tersebut pun sebutnya sampai dirusak dengan cara dipotong dengan menggunakan benda tajam.

Bahkan papan tulis pun sebutnya sampai dipotong, begitupun dengan dinding kelas yang terbuat dari bebak.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Dikatakannya, kejadian semacam ini bukan pertama yang terjadi di sekolahnya. Sudah berulang-ulang terjadi hingga sempat dilaporkan ke Polsek Wewewa Selatan namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Sebelumnya mereka naik ke ruangan guru dan ambil bola kaki dan bola voli tapi kemudian dapat kembali. Lalu ada juga yang curi kursi plastik. Untuk sekarang kami tidak lapor lagi karena sebelumnya laporannya kami belum ada hasil,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap kejadian semacam ini tidak boleh lagi terjadi karena mencoreng dunia pendidikan khususnya di wilayah tersebut.

Baginya, sebagai salah satu sekolah di wilayah itu, pihaknya harus mendapatkan dukungan bukan sebaliknya.

“Semoga tidak ada lagi kejadian semacam ini lagi karena sangat merugikan sekolah. Kan sekolah ini kan untuk masyarakat di sini seharusnya kita bisa jaga sama-sama sekolah ini,” katanya penuh harap. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625