Di sisi lain, Yakobus menyoroti kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur yang justru mengalami penurunan target pendapatan. Dari target awal sebesar Rp121 juta, diturunkan menjadi Rp46 juta, sementara realisasi hingga saat ini baru mencapai Rp26 juta.

Padahal, lanjut Yakobus, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur saat ini, serta masuk dalam program 100 hari kerja pasangan ADD–IBU.

">

“Justru OPD yang tidak masuk dalam program 100 hari kerja maupun Big Pus pendapatannya jauh lebih baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam pengelolaan dan optimalisasi sumber-sumber PAD.

“Evaluasi harus dilakukan secara serius dan lebih intensif, agar potensi pendapatan daerah bisa dimaksimalkan secara adil dan proporsional,” pungkas Yakobus.*(Ell)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625