NTTKreatif, TAMBOLAKA – Mantan Bupati SBD, Markus Dairo Talu resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumba Barat Daya Periode 2025-2030 usai dilantik oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih pada Rabu, 26 Maret 2025 pagi tadi dalam acara pelantikan secara online.
Pantauan nttkreatif.com, pelantikan yang dihadiri oleh Asisten 1, Cristofel Horo, Wakil Ketua 1 DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo, Wakil Ketua 2 DPRD SBD, Yus Bora, para pimpinan OPD lingkup Pemkab SBD dan sejumlah pengurus Dekranasda SBD itu berlangsung khidmat dan khusyuk.
Usai dilantik jadi Ketua Dekranasda, Markus Dairo Talu kemudian melantik para pengurus Dekranasda SBD sebelum memberikan kata sambutan.
Dalam sambutannya Ketua Dekranasda SBD, Markus Dairo Talu secara terbuka meminta pengurus yang terlantik bisa bekerja maksimal untuk Dekranasda SBD.
“Harapan kami dengan kepengurusan yang baru ini, Dekranasda SBD bisa lebih kreatif mengembangkan produk-produk kerajinan daerah sehingga mampu bersaing pada pasar domestik maupun global sekaligus membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu kata dia, Dekranasda SBD juga diharapkan bisa mengambil peran untuk mendukung visi dan misi dari Pemerintah Daerah saat ini dengan melestarikan nilai budaya berupa produk kerajinan lokal melalui kegiataan pembinaan dan pemasaran atau promosi hasil kerajinan.
Lebih lanjut saat diwawancarai wartawan secara terpisah, Markus Dairo Talu mengakui kalau dirinya sangat senang dan bangga dengan pelantikan dirinya bersama dengan para pengurus.
Baginya ini adalah amanah dari Tuhan yang harus dijalankan sebaik mungkin.
“Saya bangga dan bersyukur dengan pelantikan ini. Ini amanah yang harus dijalankan,” ungkapnya.
Saat ditanya soal program kerja Dekranasda SBD ke depannya, MDT mengaku kalau kerja awalnya adalah turun melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan Bandara Lede Kalumbang.
Selain itu kata dia, fokus kerja lainnya adalah pengembangan kain tenun dan kerajinan tangan yang selama ini belum dikembangkan maksimal.
“Kita ini kan kaya dan punya banyak potensi cuma tidak dikembangkan baik termasuk juga pemasaran. Sehingga salah satu aspek penting adalah kolaborasi semua pihak termasuk dengan pemerintah tapi promosi yang paling murah adalah mulai dari diri sendiri dengan memakai kain tenun di setiap kesempatan,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap ke depannya Dekranasda bisa menjadi pioner pengembangan ekonomi daerah khususnya SBD.
Sebelumnya, Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih saat melantik Ketua Dekranasda kota/kabupaten se NTT mengingatkan kalau ke depannya banyak tugas yang harus dibuat Dekranasda diantaranya menciptakan inovasi dan pengembangan kerajinan lokal selain pemberdayaan pengrajin lokal.
“Tidak hanya itu, hal yang jadi fokus kita ke depan adalah peningkatan produksi dan pemasaran dimana kita harus berusaha meningkatkan promosi pemasaran kerajinan lokal dengan menggunakan berbagai macam platfom media,” katanya lagi. ***
|
