NTTKreatif.com, Tambolaka – Maskapai penerbangan Batik Air akhirnya resmi mendarat perdana di Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat, 9 Januari 2026 pagi tadi.
Pendaratan perdana Batik Air ini pun menandai dimulainya rute penerbangan Tambolaka-Bali dan Bali-Tambolaka.
Pantauan nttkreatif.com, pesawat Batik Air dengan mesin pesawat jet generasi modern Airbus A320, dengan 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi itu landing sekitar pukul 10.55 WITA dan langsung diterima dengan water canon.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur Lion Grup Indonesia, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang luar biasa dari pihak Bandara dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dirinya mengatakan dengan pembukaan penerbangan Batik Air yang melayani Tambolaka-Bali dan Bali-Tambolaka bukan hanya menyambungkan Sumba pada umumnya dengan daerah lain di Indonesia tapi juga ke penerbangan internasional.
“Dengan keberadaan pesawat 395 milik Lion Grup maka itu bisa membuka akses penerbangan ke Internasional melalui Malaysia berkat keberadaan Batik Malaysia,” ungkapnya.
Selain membuka akses pelayanan penerbangan Internasional, kata Capt. Daniel, Batik Air juga akan memberikan pelayanan yang berbeda dengan adanya kelas bisnis dan kelas ekonomi.
Oleh karenanya, dirinya pun berharap dengan dibuka pelayanan penerbangan ini nantinya bisa masyarakat di pulau sumba dan NTT pada umumnya.
Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu mewakili masyarakat SBD di kesempatan yang sama menyambut baik kehadiran Batik Air.
Dirinya mengaku kalau pembukaan rute baru ini adalah sejarah tersendiri dan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas di pulau Sumba khususnya SBD, Sumba Barat dan Sumba Tengah.
“Ini bukan hanya memperpendek waktu dan jarak tempuh saja tapi bisa membantu mempercepat pembangunan di daerah. Kami menyakini rute Bali Tambolaka ini akan memberikan manfaat nyata dan dapat mendorong ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumba,” katanya lagi.
Bupati Ratu pun tidak lupa mengajak masyarakat untuk mendukung penuh langkah strategis dalam pengembangan sektor transportasi seperti yang hari ini terjadi.
“Saya minta dukungan masyarakat semua untuk ini. Karena kami pemerintah pun berkomitmen yang sama karena dampaknya bukan hanya ekonomi tapi juga membantu memajukan pariwisata kita karena bagi kami Bali itu masa lalu, Labuan Bajo masa kini dan Sumba masa depan,” ungkapnya lagi penuh optimisme. ***
|
