Selain itu, dari sejumlah laporan disebutkan kalau Carlo Acutis juga dikenal sebagai sosok pemuda yang rajin sekali ke gereja untuk mengikuti perayaan ekaristi. Bahkan dirinya sampai mengajak keluarganya untuk selalu dekat dengan Tuhan.
Usai meninggal, sejumlah mukjizat pun terjadi berkat berdoa melalui dirinya. Mukjizat pertama terjadi melalui seorang anak laki-laki yang sembuh dari cacat lahir. Anak yang tidak dapat makan secara normal ini dilaporkan sembuh setelah sang ibu berdoa pada Acutis agar anaknya sembuh.
Mujizat kedua dikaitkan dengan laporan kesembuhan gadis dari Kosta Rika yang mengalami trauma kepala setelah jatuh dari sepeda. Sang ibu berdoa di makam Acutis di Assisi dan anaknya sembuh.
Acutis sendiri berpulang akibat leukimia pada usia 15 tahun pada 2006. Belasan tahun usai kematiannya, jenazah Acutis digali lalu dibungkus lilin sehingga menyerupai dirinya semasa hidup. Ia pun ditempatkan di dalam sarkofagus kaca di Gereja Santa Maria Maggiore, Assisi.***
|
