NTTKreatif, TAMBOLAKA – Dukungan untuk pasangan calon Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan calon Wakil Bupati SBD, Dominikus A.R Kaka terus mengalir dari berbagai kalangan.

Hal tersebut terlihat dalam safari politik yang dilakukan keduanya Sabtu 28 September 2024 pekan lalu saat meresmikan sejumlah posko di Kampung Belakang, Kelurahan Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

">

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi bahkan kehadiran keduanya disambut bak pahlawan hingga digendong dan ditandu.

Menariknya, proses tersebut dilakukan oleh kaum perempuan.

Kendati kekuatan mereka tidak sebanding laki-laki namun hal tersebut nyatanya tidak membuat semangat mereka kendur. Mereka malah semakin semangat menggontong kedua pasangan tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena kecintaan mereka pada pasangan yang diusung Partai NasDem, PDI Perjuangan, Perindo, PKB dan PKS tersebut.

Calon Bupati, Ratu Ngadu Bonnu Wulla pun sampai beberapa kali menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat atas sambutan yang luar biasa tersebut.

“Kami berdua ucapkan terima kasih untuk sambutannya. Kami harap posko ini nantinya bisa jadi tempat diskusi untuk membantu kami membangun Sumba Barat Daya dan sebagai tempat kita berjuang bersama membangun kekuatan memenangkan Paket Ratu Angga di Pilkada SBD,” katanya.

Usai meresmikan posko, kedua pasangan calon yang ditemani, Ketua DPD Partai NasDem SBD, Markus Dairo Talu, Ketua DPC PDI Perjuangan, dr Kornelius Kodi Mete, Ketua DPC Perindo, Yohanes R Kaka, Ketua DPC PKB, Thobias Dowa Lelu dan Ketua DPC PKS, Abu Sumbawa berkesempatan mengikuti kegiatan konsolidasi di Kampung Gonggol yang dihadiri ratusan orang.

Calon Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla di kesempatan yang sama menerangkan kalau dirinya hanya ingin membangun SBD tanpa ada perpecahan efek politik masa lalu sehingga pilihannya ada di Angga Kaka yang disebutnya sebagai representasi anak muda Sumba Barat Daya.

“Saya bergumul dan syukur Tuhan menggerakkan PDIP dan adik angga untuk bersama-sama membangun Sumba Barat Daya karena apa saya punya mimpi Bapa Mama tapi kalau masyarakat saya masih kocar kacir, berkelahi. Sehingga harus ada perdamaian,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap masyarakat nantinya bisa memilih pemimpin terbaik buat Sumba Barat Daya dengan melihat aspek penting.

“Saya tidak bilang kami terbaik. Kami datang tawarkan gagasan bukan hoaks, kami tawarkan visi besar bangun SBD. Untuk itu kita harus pilih pemimpin yang memiliki kriteria seperti punya intelektual dan kemampuan, punya bukti, punya pengalaman memimpin dan punya jaringan,” tegasnya. ***

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625