NTTKreatif.com, Tambolaka – Penertiban BBM bersubsidi oleh Polres SBD belakangan menuai polemik di masyarakat termasuk para pengecer sendiri.

">

Banyak diantaranya mereka yang sepakat dengan penertiban BBM subsidi tanpa dillengkapi dokumen tersebut, namun ada pula yang menyayangkan penertiban tersebut.

Bahkan ada beberapa pengecer sampai nekat memilih membakar tempat jualan sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut.

Mereka berdalih penertiban tersebut membuat mereka kehilangan pemasukan dan pekerjaan mereka sendiri. Dimana keuntungannya sendiri sebut mereka hanya Rp1.000-Rp2.000.

Namun tanggapan berbeda disampaikan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu yang mengatakan penertiban BBM yang dilakukan Polres SBD adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam melakukan penertiban umum untuk memastikan semua masyarakat bisa mendapatkan haknya dalam urusan distribusi BBM.

“BBM ini kan hak masyarakat juga kan. Bayangkan banyak dari mereka itu beli BBM dengan harga Rp15 ribu lalu menjual kembali dengan harga Rp30 ribu. Ini kan tidak adil,” katanya.