NTTKreatif, Maumere – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi, Senin, 5 Mei 2025 tadi.

Pantauan nttkreatif.com, Aktifis mahasiswa terlebih dahulu menggelar long march dari sekretariat PMKRI sebelum berorasi di depan Mapolres Sikka dan berakhir di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

">

Aktifis PMKRI membawa Pamfet bertuliskan tangkap Mafia-Mafia Kesehatan.

Dalam orasinya, Aktifis PMKRI Cabang Maumere mendesak Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri Sikka untuk mengusut mafia-mafia Kesehatan di RSUD Tc Hilers Maumere terkait jasa nakes (tenaga kesehatan) Covid-19 senilai 8,7 Miliar namun hingga saat ini belum diterima para nakes.

Fabianus Rowa, Ketua PMKRI Cabang Maumere saat diwawancarai usai menyerahkan tuntutan-tuntutan dan bukti-bukti dugaan tindak pidana di RSUD TC.Hillers kepada pihak Kejaksaan Negeri Sikka

“Ada dugaan tindak pidana di RSUD Tc Hilers Maumere, ada 8,7 Miliar untuk jasa untuk 800an lebih nakes, namun sampai hari ini tidak sampai ke pemegang hak para nakes. Ini kebobrokan manajemen,” ujar Ketua PMKRI Sikka itu. 

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka Okky Prastyo Ajie saat diwawancarai usai menerima data pendukung dugaan tindak pidana jasa Covid-19 di RSUD TC Hillers Maumere yang diserahkan oleh aktivitas PMKRI Maumere di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka

“Pihak kejaksaan sudah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (pulbaket) terhadap pihak rumah sakit, nantinya kami akan laporkan ke rekan-rekan sekalian,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum memberikan informasi terkait pihak-pihak mana yang akan diperiksa.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625