NTTKreatif, Tambolaka – Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Agustinus Baiyo Tanggu meluruskan isu liar yang menilai pihaknya memperlambat gaji guru atau operator yang bekerja di sekolah swasta.

Persoalan ini mencuat kepermukaan publik seusai peristiwa penikaman yang dilakukan oknum operator SDK Ilhaloko Manggapi kepada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya, NTT.

">

Tindakan itu dikabarkan dipicu oleh proses pencairan Dana BOS yang dianggap dipersulit. Dampaknya, honor selama 6 bulan belum dibayarkan.

Namun, pernyataan oknum operator SDK Ilhaloko itu dibantah oleh Agustinus Baiyo Tanggu. Ia membantah karena urusan honor sekolah swasta bukan tanggung jawab Dinas melainkan Yayasan. Berbeda jika honor yang bersumber dari DAU.

Agustinus menegaskan, sejak dirinya ditunjuk sebagai Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, guru-guru malah menerima gaji lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Ia menjelaskan, jika sekolah-sekolah yang berada dinaungan Yayasan menjadi tanggung jawab penuh Yayasan termasuk soal pembayaran honor.

Menurutnya, Dana BOS yang akan dicairkan, 20 persen itu yang diperuntukan sebagai honor, lebihnya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya di sekolah.

“Kalau swasta ya tanya Yayasan, kenapa gajinya bisa lambat? Saya masuk dengan masuk, gaji guru, itu biasanya larut, saya bikin tanggal 6 sudah gajian. Kemarin tanggal 3 sudah gajian. Itu bagian dari proses, tidak susah sebenarnya,” kata Agustinus, Jumat(20/06/2025) kemarin.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625