Tidak mengherankan jika kemudian masih banyak warga terdampak yang ogah balik ke Flores Timur karena takut tidak diurus baik.
Mereka lebih memilih diurus Pemkab Sikka yang disebut mereka lebih perhatian daripada Pemkab mereka sendiri.
Sudah begitu masihkah kita menganggap penolakan itu sebagai pembangkangan atau perlawanan?
Tentu tidak. Para pengungsi punya pengalaman masa lalu. Dan bukannya pengalaman adalah guru terbaik?
Hemat kami (redaksi), mereka sepertinya tidak mau terjebak di lubang yang sama lagi untuk kedua kalinya.
Atau mungkin mereka trauma pada perhatian yang sama-sama saja sehingga memilih tidak percaya lagi.
Apalagi kalau kemudian mereka merasakan kerja pemerintah yang tidak pernah belajar dari kekurangan di erupsi pertama.
Tak heran jika kemudian ada warga yang kemudian minggat dari posko utama dan memilih mengungsi di tempat pengungsian mandiri tanpa mampir lapor diri ke posko utama.
Iya itu realitas dan harus diakui. Pemerintah tidak perlu membenarkan diri saat salah. Tapi wajib hukumnya berbenah. Salah satunya adalah memperbaiki sistemnya jika ingin dipercaya pemerintah di tingkatan atas.
Apalagi hari ini Wapres Gibran Rakabuming Raka sudah tiba dan melihat sendiri kondisi lapangan. Lalu apakah pemerintah mau berbenah? Kita tunggu saja nanti….***
|

Tinggalkan Balasan