NTTKreatif, JAKARTA – Pasca ditetapkan dan diumumkan jadi Bupati Flotim terpilih, Anton Doni Dihen langsung bergerak cepat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI, Sakti Wahyu Trenggono.
Pertemuan keduanya dilangsungkan di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa, 11 Februari 2025 pagi tadi.
Pertemuan ini sendiri tentu mengejutkan mengingat sebelumnya Bupati Flotim terpilih tersebut masih menyempatkan diri kembali ke Larantuka beberapa waktu lalu.
Kembalinya ia ke Lewotana itu untuk bersilaturahmi bersama para pendukung dan relawannya pasca putusan dismissal MK pada tanggal 5 Februari lalu.
“Iya tadi tentu saja hanya silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Bupati dari wilayah kepulauan dengan luas wilayah laut yang cukup besar,” kata Bupati Flotim terpilih, Anton Doni Dihen kepada wartawan, Selasa sore tadi.
Dirinya menjelaskan dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dirjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Perikanan Budidaya itu dirinya juga memberikan gambaran terkait potensi perikanan dan kelautan Flores Timur yang sebutnya cukup luar biasa.
Hal tersebut ungkapnya bisa dilihat dari luasan laut di Kabupaten Flotim itu sendiri dengan segudang hasil laut yang selama ini didapat oleh para nelayan.
Walaupun begitu, lanjut politisi NasDem itu, masih banyak kekurangan yang dimiliki para nelayan di daerahnya termasuk kapal tangkap dan alat tangkap yang terbatas.
“Bersama Pak Menteri, saya juga memberikan gambaran bahwa kepentingan kita adalah nelayan kita. Dengan ribuan kapal nelayan yang pernah dapat bantuan masih sedikit sekali. Itu juga termasuk upaya meningkatkan ekonomi nelayan tapi terkendala alat tangkap yang masih terbatas,” katanya lagi.
Selain itu, ke depan kata Anton Doni Dihen lagi, pihaknya ingin agar sektor perikanan dan kelautan bisa jadi sektor yang bisa dikembangkan di BUMD guna meningkatkan PAD Flotim.
Saat ditanya bagaimana respons Menteri KKP, Anton Doni mengaku kalau Menteri KKP tidak langsung memberikan janji.
Namun signal untuk memberikan dukungan tersebut terlihat dengan dimintanya Dirjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Perikanan Budidaya untuk terus membangun komunikasi bersama Pemerintah Daerah Flotim ke depannya.
“Mudah-mudahan ke depan bisa dipahami. Memang Pak Menteri termasuk menahan diri untuk tidak memberikan janji di tengah efisiensi anggaran yang ada. Menurut Pak Menteri ada upaya agar efisiensi anggaran tersebut bisa ditinjau kembali sehingga tidak mengorbankan program di daerah. Karena itu kehadiran Dirjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Perikanan Budidaya juga diharapkan dan diminta Pak Menteri untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan kita ke depannya,” tambahnya lebih lanjut. ***
|
