NTTKreatif, Tambolaka – Pelaku penikaman di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) SBD sudah diamankan di Mapolres SBD.

Namun, korban penikaman Aloysius Lede Bora, masih terbaring di Rumah Sakit Umum Reda Mbolo.

">

Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla, tidak tinggal diam mendengar bawahannya mengalami insiden penikaman.

Pihaknya mengunjungi korban penikaman di RSU Reda Mbolo pada Senin 16 Juni 2025 malam.

Bupati SBD pun berharap korban penikaman tersebut kembali pulih.

“Saya sudah bertemu korban, sudah selesai operasi dan sekarang dalam tahap pemulihan, saya berharap juga tidak terjadi sesuatu yang fatal,” ungkapnya.

Insiden tersebut pun menjadi catatan penting baginya. Bupati SBD berharap hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Terkait dengan kasus ini, ini juga menjadi catatan penting, saya akan bertemu dengan yang bersangkutan dan melakukan upaya-upaya sehingga ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Sementara pelaku penikaman sendiri, sudah diamankan pihak berwajib usai kejadian itu.

“Pelaku suda dibawa ke kantor polisi, nanti biarkan polisi yang memproses sesuai dengan kewenangan polisi,” ungkapnya.

Meskipun pelaku sudah diamankan APH, Bupati SBD kembali menegaskan pelaku harus harus dihukum yang pantas atas perbuatannya.

Baginya, tidak ada tawar-menawar bagi pelaku yang berani mengantongi barang tajaman pada jam dinas.

“Melakukan penganiyayaan dan lain sebagianya, apalagi sampai menggunakan barang tajam dilingkup kantor itu diproses, bagi saya tidak ada tawar-menawar proses,” pungkasnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625